Tugas Fisiologi Hewan Air

Kurva Disosiasi

 Dalam bentuk dasarnya, maka kurva disosiasi oksihemoglobin menggambarkan hubungan antara tekanan parsial (sumbu x) dan saturasi oksigen (sumbu y). Pada tekanan diatas sekitar 60 mmHg, kurva disosiasi standar relatif standar datar, yang berarti bahwa kandungan oksigen dalam darah tidak  berubah secara signifikan bahkan dengan kenaikan besar tekanan parsial oksigen. Untuk mendapatkan lebih banyak oksigen ke jaringan akan membutuhkan tranfusi darah untuk meningkatkan hemoglobin count, atau tambahan oksigen yang akan meningkatkan oksigen terlarut dalam plasma.

Efektivitas hemoglobin mengikat oksigen dapat dipengaruhi oleh beberapa factor. Kurva standar digeser ke kanan dengan peningkatan suhu, PCO2 atau penurunan pH. Berbanding terbalik jika kurva bergeser ke kiri. Suatu pergeseran ke kanan juga menyebabkan penurunan afinitas hemoglobin terhadap oksigen sehingga menyulitkan Hb dalam mengikat O2 tetapi mudah dalam melepas O2. Sebaliknya, pergeseran ke kiri mebuat Hb mudah untuk mengikat O2 tetapi sulit melepas O2.

Efek Bohr

Efek bohr merupakan sifat dari hemoglobin yang pertama kali digambarkan oleh Christian Bohr pada (1855-1911), yang menyatakan bahwa dalam presentasi karbondioksida, keafinitasan oksigen untuk pigmen respirasi disosiasi, yaitu hemoglobin. Karena efek bohr, peningkatan level karbondioksida dalam darah atau penurunan pH menyebabkan hemoglobin bergabung dengan oksigen dengan oksigen dengan afinitas lemah. Pergeseran kurva ke sebelah kanan berarti suatu pengurangan dalam afinitas dari hemoglobin untuk oksigen. Kurva disosiasi bergeser ke kanan ketika karbondioksida atau konsentrasi ion hydrogen meningkat. Membuat masuk akal karena peningkatan konsentrasi karbondioksida dan pembuatan asam laktat terjadi ketika otot memperlukan lebih banyak oksigen. Merubah keafinitasan oksigen hemoglobin ialah tubuh yang cepat beradaptasi dengan masalah ini. 

Efek Root

Efek root didefinisikan sebagai penurunan kadar oksigen dalam darah, pada level O2 atmosfer, pada saat pH darah menurun. Root efek hanya ditemukan di ikan teleost [dengan pengecualian Amia calva]. Perbedaan kedua efek bohr dan root terkait dengan struktur utama isohemoglobin. Efek root menjadi lebih menonjol dengan penambahan ATP atau GTP. Hemoglobin dengan efek root, pada pH rendah, O2 yang mengikat cenderung non-koorperatif, sehingga tidak benar untuk mengklasifikasikan perilaku ini sebagai “efek Bohr” secara berlebih seperti yang dikatakan dalam beberapa pendapat.   Secara psikologi, implikasi efek root sangat berbeda untuk transportasi gas dibandingkan efek Bohr, dikarenakan angka kecepatan O2 dari Hb ke mata dan sirip. Dengan demikian, karakteristik Hb dan bentuk sistem laju dalam ikan teleost membentuk perkalian O2 yang tidak ada bandingnya di kerajaan bintang dan mampu membagkitkan tekanan darah hampir 20 kali yang ditemukan dalam arteri darah.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s